IMPLEMENTASI SVM UNTUK KLASIFIKASI TINGKAT KRIMINAL MENGGUNAKAN PENGENALAN WAJAH PADA TAHANAN LAPAS POLEWALI MANDAR
Main Article Content
Abstract
Saat ini data tahanan lapas hanya berada pada buku tahanan dan juga komputer lapas yang dimana data itu masih kurang efektif karena tidak adanya sistem pengenalan yang dapat langsung mengetahui identitas tahanan. Masalah yang di hadapi sekarang adalah Lapas Tidak memiliki data berdasarkan kasus dan tingkat kriminal, Tidak dapat melihat data criminal dengan cepat. Penelitian ini mengunkan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG) sebagai bentuk Pengenalan wajah dan membantu untuk proses identifikasi wajah. Dan metode Support Vector Machine (SVM) merupakan teknik yang sangat berguna untuk klasifikasi data. Solusi yang ditawarkan adalah Klasifikasi Data Tahanan berdasarkan Kasus dan Tingkat Kriminal, Untuk optimalisasi proses klasisfikasi maka digunakan data wajah karena peluang manipulasi sangat kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dan akan di kelompokkan ke dalam 3 kategori pelangaran rigan, sedang dan berat
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
[2] K. Indah, D. Astuti, S. Alamanda, N. Yudhiestira, dan S. Adam, “Perancangan sistem informasi kependudukan (Population Information System Design),” JIKTI: Jurnal Ilmiah Komputer Terapan dan Informasi, vol. 2, no. 1, pp. 14–18, 2023.
[3] U. Khairat, A. Zulkifli, dan A. Qashlim, “Sistem informasi reservasi kamar hotel berbasis website,” Journal Peqguruang: Conference Series, vol. 3, no. 1, p. 204, 2021, doi: 10.35329/jp.v3i1.2204.
[4] M. Mawar, M. Assiddiq, dan A. Qashlim, “The complaint system based on whistleblowing concept and message digest 5 cryptographic method for regency inspectorate office in Polewali Mandar,” Journal of Intelligent Computing and Health Informatics, vol. 2, no. 2, p. 49, 2022, doi: 10.26714/jichi.v2i2.8033.
[5] R. A. Permana, A. Y. Ridwan, F. Yulianti, dan P. G. A. Kusuma, “Design of food security system monitoring and risk mitigation of rice distribution in Indonesia Bureau of Logistics,” dalam Proceedings of the 13th International Conference on Telecommunication Systems, Services, and Applications (TSSA), 2019, pp. 249–254, doi: 10.1109/TSSA48701.2019.8985485.
[6] A. Puspitasari, “Analisis biaya dan pendapatan usahatani cabai rawit di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya,” pp. 274–282, 2020.
[7] A. F. Sallaby dan I. Kanedi, “Perancangan sistem informasi jadwal dokter menggunakan framework CodeIgniter,” Jurnal Media Infotama, vol. 16, no. 1, pp. 48–53, 2020, doi: 10.37676/jmi.v16i1.1121.